Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

PSM Makassar Genap Berusia 111 Tahun, Suporter Serukan Semangat Bangkit Bersama demi Kembalikan Kejayaan Juku Eja

×

PSM Makassar Genap Berusia 111 Tahun, Suporter Serukan Semangat Bangkit Bersama demi Kembalikan Kejayaan Juku Eja

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Persatuan Sepak Bola Makassar (PSM) genap berusia 111 tahun pada Senin, 2 November 2026. Perjalanan panjang klub berjuluk Juku Eja itu tidak hanya menjadi bagian penting sejarah sepak bola Indonesia, tetapi juga menyimpan harapan besar para pendukungnya agar PSM kembali berjaya dan melahirkan talenta-talenta muda seperti legenda sepak bola nasional, Ramang.

Harapan tersebut turut disampaikan Bukhairul Iman, suporter PSM Makassar asal Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, yang juga merupakan staf Humas Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Baginya, peringatan 111 tahun PSM menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus membangkitkan kembali semangat juang klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan itu.

“Di usia yang ke-111 tahun ini, harapan saya PSM Makassar bisa kembali bangkit dan menunjukkan jati dirinya sebagai salah satu klub besar di Indonesia. PSM memiliki sejarah panjang, dan sejarah itu harus menjadi kekuatan untuk meraih prestasi yang lebih baik,” ujar Bukhairul.

Seabad Lebih Menjaga Tradisi Sepak Bola

PSM Makassar berdiri pada 2 November 1915 dengan nama Makassaarsche Voetbal Bond (MVB). Klub yang dikenal sebagai salah satu klub sepak bola tertua di Indonesia ini telah melewati berbagai periode sejarah, mulai dari masa kolonial, era perserikatan, hingga kompetisi sepak bola profesional modern.

Dalam perjalanan tersebut, PSM melahirkan sejumlah pemain yang mengharumkan nama daerah dan bangsa. Salah satu sosok paling dikenang adalah Ramang, legenda sepak bola Indonesia yang menjadi simbol keberanian, kerja keras, dan karakter permainan sepak bola Makassar.

Sejarah panjang PSM memperlihatkan bahwa klub ini memiliki tradisi prestasi yang kuat. Juku Eja pernah menjuarai kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada musim 1999/2000 dan kembali mengangkat trofi Liga 1 pada musim 2022/2023.

Bagi Bukhairul, perjalanan lebih dari satu abad tersebut merupakan bukti bahwa PSM memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Sulawesi Selatan. Ia berharap warisan sejarah klub dapat terus dijaga oleh generasi berikutnya.

“PSM bukan hanya tentang pertandingan dan hasil akhir di lapangan. Ada sejarah, kebanggaan, dan kecintaan masyarakat Sulawesi Selatan yang menyatu dalam klub ini. Karena itu, kita semua tentu ingin melihat PSM terus tumbuh dan tetap menjadi kebanggaan bersama,” saat dionfirmasi melalui Via Whaatshaap Senin 2 November 2026.

Harapan Lahirnya Ramang Baru

Bukhairul berharap semangat Ramang dapat diwariskan kepada generasi pesepak bola muda Sulawesi Selatan. Menurutnya, PSM perlu terus memberi ruang bagi pemain-pemain potensial dari berbagai daerah untuk berkembang dan memperoleh kesempatan membela tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan.

Ia menilai Sulawesi Selatan memiliki potensi besar melahirkan pesepak bola berbakat. Potensi tersebut perlu didukung pembinaan usia dini, kompetisi yang berkesinambungan, serta kesempatan bagi pemain lokal untuk menunjukkan kemampuannya.

“Saya berharap ke depan PSM bisa kembali melahirkan Ramang-Ramang muda dari Sulawesi Selatan. Kita memiliki banyak anak muda berbakat, termasuk dari daerah-daerah. Mereka membutuhkan pembinaan dan kesempatan agar suatu hari bisa membawa nama PSM, bahkan Indonesia, ke tingkat yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Bagi Bukhairul, kecintaan terhadap PSM juga tidak terbatas pada masyarakat Kota Makassar. Dukungan terhadap Juku Eja tumbuh di berbagai kabupaten dan kota, termasuk Enrekang. PSM telah menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan bersama masyarakat Sulawesi Selatan.

Karena itu, peringatan hari jadi ke-111 diharapkan tidak sekadar menjadi perayaan seremonial. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan bagi manajemen, pemain, pelatih, dan suporter untuk memperkuat komitmen membangun PSM yang lebih kompetitif.

Bangkit Bersama Menuju Prestasi Baru

Bukhairul berharap PSM terus berbenah, menjaga semangat kebersamaan, dan kembali menghadirkan prestasi yang membanggakan. Ia juga menginginkan agar klub tersebut tetap menjadi tempat lahirnya generasi pesepak bola yang mampu meneruskan perjuangan para legenda.

Memasuki usia ke-111, tantangan PSM bukan hanya mempertahankan eksistensinya sebagai klub bersejarah, melainkan juga membangun masa depan melalui pembinaan pemain muda, penguatan organisasi, dan dukungan suporter yang berkelanjutan.

Bagi Bukhairul, semangat bangkit bersama menjadi harapan yang ingin terus dijaga. Sebab, PSM bukan sekadar kesebelasan yang bertanding di lapangan hijau, melainkan juga simbol persatuan, kebanggaan, dan kecintaan masyarakat Sulawesi Selatan terhadap sepak bola.

“Selamat ulang tahun ke-111 untuk PSM Makassar. Apa pun tantangan yang dihadapi, semoga PSM tetap kuat dan terus berjuang. Kami sebagai suporter akan selalu memberikan dukungan. Mari bangkit bersama, kembalikan kejayaan Juku Eja, dan terus harumkan nama Sulawesi Selatan,” tutupnya.

Di tengah berbagai tantangan, usia 111 tahun menjadi pengingat bahwa sejarah besar PSM harus terus dilanjutkan. Dari generasi Ramang hingga pesepak bola masa kini, semangat juang Juku Eja diharapkan tetap hidup dan menginspirasi lahirnya bintang-bintang baru.

Ewako PSM! Bangkit Bersama!

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner UIAD

Leave a Reply