KHITTAH.CO, MAKASSAR — Mahasiswi Program Studi Informatika Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar), Riska Amalia Putri, berhasil meraih Runner-up 1 Duta Pendidikan Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) 2026. Riska mewakili Kabupaten Jeneponto dalam ajang yang diselenggarakan Yayasan Sahabat Pemuda Prestasi Indonesia di Kota Makassar.
Prestasi tersebut diraih setelah Riska mengikuti rangkaian Pemilihan Duta Pendidikan Sulselbar 2026 yang berlangsung sejak tahap pra-karantina hingga karantina pada 22–26 September 2026 di Makassar.
Dalam kompetisi tersebut, Riska bersaing dengan sejumlah finalis yang mewakili berbagai kabupaten dan kota di wilayah Sulselbar. Para peserta mengikuti sejumlah tahapan penilaian, di antaranya wawancara, unjuk bakat, Focus Group Discussion (FGD), hingga sesi question and answer (QnA) pada malam grand final.
Sebagai mahasiswa Informatika Unismuh Makassar, Riska membawa latar belakang pendidikan teknologi dalam keikutsertaannya pada ajang yang berfokus pada isu pendidikan tersebut. Ia juga menjadikan pengalaman sebagai finalis hingga meraih Runner-up 1 sebagai kesempatan untuk memperluas kontribusi di bidang pendidikan.
“Bagi saya, ajang ini bukan tentang seberapa megah selempang yang dikenakan, melainkan seberapa besar esensi kebermanfaatan yang bisa kita tebarkan kepada masyarakat luas, terkhusus dalam memajukan kualitas pendidikan,” ujar Riska.
Riska mengaku telah mempersiapkan diri secara intensif sejak Juli 2026. Persiapan tersebut dilakukan untuk menghadapi berbagai tahapan kompetisi sekaligus memperkuat pemahaman terhadap isu pendidikan yang menjadi bagian penting dalam penilaian.
Ia menyampaikan capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan keluarga, sivitas akademika Fakultas Teknik Unismuh Makassar, serta kerabat yang memberikan dukungan selama proses persiapan hingga kompetisi berlangsung.
Setelah meraih posisi Runner-up 1 Duta Pendidikan Sulselbar 2026, Riska akan menjalankan amanah tersebut selama satu tahun ke depan. Ia berkomitmen memanfaatkan peran tersebut untuk mendorong kepedulian generasi muda terhadap persoalan pendidikan dan memperluas gagasan positif di tengah masyarakat.
Bagi Riska, gelar yang diraihnya bukan sekadar pencapaian dalam sebuah kompetisi, tetapi juga tanggung jawab untuk menjadikan peran sebagai Duta Pendidikan sebagai ruang pengabdian dan kontribusi bagi generasi muda.






















