Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Matangkan Penggunaan SIBERAS, UMS Rappang Dorong Digitalisasi Tata Kelola Desa dan BUMDes

×

Matangkan Penggunaan SIBERAS, UMS Rappang Dorong Digitalisasi Tata Kelola Desa dan BUMDes

Share this article

KHITTAH.CO, SIDRAP — Tim Hilirisasi Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) terus mematangkan pengembangan platform SIBERAS guna mendukung digitalisasi tata kelola pemerintahan desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Pengembangan platform digital ini dilakukan berkolaborasi dengan tiga desa mitra di Kabupaten Sidenreng Rappang, yakni Desa Bulo, Desa Kalosi Alau, dan Desa Sipodeceng.

Tim yang diketuai Prof. Dr. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., saat ini fokus melakukan pemetaan proses bisnis di lapangan sekaligus menyempurnakan spesifikasi kebutuhan operasional platform SIBERAS.

Ketua Tim Hilirisasi UMS Rappang, Prof. Jamaluddin Ahmad, menyampaikan bahwa pengembangan SIBERAS dirancang dengan melihat secara langsung kebutuhan spesifik dari masing-masing desa mitra.

“Kami ingin memastikan SIBERAS yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Karena setiap desa memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda, maka proses pemetaan ini menjadi bagian penting sebelum sistem diterapkan lebih luas,” ujar Prof. Jamaluddin, Sabtu, 26 September 2026.

Ia menegaskan, keberhasilan transformasi digital di tingkat desa tidak cukup hanya mengandalkan kesiapan teknologi belaka. Menurutnya, aspek tata kelola, pendampingan yang berkelanjutan, serta Prosedur Operasional Standar (SOP) yang jelas menjadi kunci utama agar sistem dapat dimanfaatkan secara optimal.

“SIBERAS bukan hanya soal membangun sebuah aplikasi atau platform digital. Yang lebih penting adalah bagaimana sistem ini bisa digunakan, dikelola, dan memberikan manfaat nyata bagi pemerintah desa maupun BUMDes,” jelas Rektor UMS Rappang tersebut.

Kebutuhan Prioritas Tiap Desa

Berdasarkan hasil pemetaan lapangan, Tim Hilirisasi UMS Rappang mencatat sejumlah kebutuhan prioritas yang menjadi fokus pengembangan. Kebutuhan tersebut meliputi penguatan penggunaan dan pendampingan sistem, administrasi pemerintahan desa, layanan dan transaksi digital BUMDes, pengelolaan data, hingga penyempurnaan fitur pendukung tata kelola desa.

Di Desa Bulo, pengembangannya diarahkan pada sosialisasi dan pendampingan penggunaan SIBERAS, penguatan transaksi digital BUMDes, rekapitulasi keuangan, serta aspek keamanan sistem.

Sementara Desa Kalosi Alau menekankan kebutuhan pada penyempurnaan format surat dan berita desa, pengelolaan database Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), hingga pendataan anak tidak bersekolah.

Adapun di Desa Sipodeceng, prioritas program difokuskan pada sosialisasi, pendampingan, serta pengaktifan kembali platform SIBERAS untuk memperkuat pelayanan publik dan administrasi desa.

Penyusunan SOP dan Keberlanjutan Program

Prof. Jamaluddin menambahkan, seluruh data dan pemetaan dari ketiga desa tersebut akan menjadi pijakan utama dalam menyempurnakan spesifikasi teknis platform sekaligus menyusun draft SOP SIBERAS.

“Hasil pemetaan dari tiga desa ini akan kami jadikan dasar untuk menyempurnakan spesifikasi sistem dan menyusun SOP. Harapannya, ketika SIBERAS diterapkan, sudah ada mekanisme yang jelas terkait penggunaan sistem, pengelolaan data, manajemen pengguna, maupun pelayanan digital,” terangnya.

SOP yang tengah dirancang ini nantinya mengatur tata cara penggunaan sistem, tata kelola data administrasi desa dan BUMDes, manajemen pengguna (user), hingga prosedur pelayanan berbasis digital. Selanjutnya, Tim Hilirisasi UMS Rappang bersama pemerintah desa mitra akan menuntaskan draft tersebut secara kolaboratif.

“Tahapan berikutnya adalah menyelesaikan draft SOP bersama mitra. Kami berharap proses ini dapat memperkuat kesiapan SIBERAS sehingga implementasinya bisa berjalan secara terstruktur, efektif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, program hilirisasi aplikasi SIBERAS yang digawangi UMS Rappang ini berhasil meraih pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui skema Program Hilirisasi Riset Prioritas-Sinergi 2026.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner PMB UNIMEN

Leave a Reply