Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Muhammadiyah Aktifkan 10 Pos Pelayanan untuk Perkuat Respons Gempa Flores

×

Muhammadiyah Aktifkan 10 Pos Pelayanan untuk Perkuat Respons Gempa Flores

Share this article

KHITTAH.CO, FLORES, NTT — Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) mengaktifkan 10 pos pelayanan kemanusiaan di sejumlah wilayah terdampak gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Pos-pos tersebut difungsikan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan dasar, kesehatan, dukungan psikososial, air bersih, hingga pendidikan darurat dapat ditangani sesuai kondisi di lapangan.

Sepuluh pos pelayanan itu tersebar di Mbay, Waekokak, Ngolombai, Klinik Muhammadiyah Ende, Universitas Muhammadiyah Maumere, SMK Muhammadiyah, Reo dan Reo Barat, Cabal dan Cabal Barat, Labuan Bajo, serta Ruing.

Layanan yang diberikan mencakup kesehatan, dukungan permakanan dan logistik non-makanan, air bersih dan sanitasi, hunian darurat, dukungan psikososial, serta pendidikan darurat.

Penguatan respons tersebut dilakukan dengan melibatkan relawan MDMC setempat serta dukungan tenaga dan sumber daya dari sejumlah perguruan tinggi, fasilitas kesehatan, dan unsur Muhammadiyah dari berbagai daerah.

Libatkan Relawan dan Tenaga Kesehatan

Dalam operasi kemanusiaan ini, MDMC melibatkan relawan dari Muhammadiyah Maumere, Universitas Muhammadiyah Kupang, KKN Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Rumah Sakit Muhammadiyah Ende, dan Rumah Sakit Muhammadiyah Bima.

Dukungan juga datang dari Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Muhammadiyah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sementara dukungan sumber daya relawan dan logistik turut diperkuat MDMC Jawa Timur.

Kehadiran berbagai unsur tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas pelayanan di lapangan, terutama di wilayah yang membutuhkan akses terhadap layanan dasar dan kesehatan.

Berdasarkan pemantauan tim di lapangan, sebagian masyarakat masih mengalami trauma akibat gempa dan gempa susulan yang masih terjadi. Kondisi psikologis warga menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan respons kemanusiaan.

Karena itu, layanan kesehatan tidak hanya diarahkan untuk menangani kebutuhan fisik masyarakat, tetapi juga diperkuat dengan dukungan psikososial bagi warga terdampak.

Layanan Didekatkan ke Warga

Aktivasi 10 pos pelayanan menjadi strategi MDMC untuk mendekatkan respons kemanusiaan dengan masyarakat. Dengan menempatkan layanan di sejumlah titik terdampak, kebutuhan warga dapat dipantau dan dipetakan berdasarkan kondisi masing-masing wilayah.

Selain memberikan bantuan langsung, keberadaan pos juga memungkinkan relawan melakukan asesmen terhadap kebutuhan masyarakat yang terus berkembang selama masa tanggap darurat.

Layanan air bersih dan sanitasi, permakanan, logistik non-makanan, hunian darurat, kesehatan, hingga pendidikan darurat disiapkan sebagai bagian dari respons terpadu.

MDMC juga mengerahkan relawan dan tenaga kesehatan untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses pelayanan meski berada dalam kondisi pascabencana.

Penguatan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah mendampingi masyarakat terdampak gempa Flores, tidak hanya dalam pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga dalam proses pemulihan kondisi fisik dan psikososial.

Dengan 10 titik pelayanan yang tersebar di sejumlah wilayah, MDMC berupaya memastikan respons kemanusiaan dapat berlangsung lebih cepat, dekat, dan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner PMB UMSI

Leave a Reply