KHITTAH.CO, SELAYAR — Institut Teknologi Sains dan Bisnis Muhammadiyah (ITSBM) Selayar mewisuda 73 lulusan untuk pertama kalinya pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Wisuda perdana tersebut menjadi penanda empat tahun perjalanan akademik ITSBM sekaligus awal tantangan baru bagi kampus, terutama dalam meningkatkan kualitas lulusan, memperluas akses pendidikan, dan menyiapkan alumni menghadapi dunia kerja.
Wisuda digelar dalam Sidang Terbuka Senat Akademik ITSBM Selayar dengan meluluskan mahasiswa dari Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Kewirausahaan, Ilmu Komputer, dan Administrasi Kesehatan.
Turut hadir Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Drs. H. Muhtar, M.M, Rektor ITSBM Selayar, Prof. Dr. Drs. Akbar Silo, M.S, Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. Budhi Akbar, M.Si. Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Dr. Pantja Nur Wahidin, S.Pd., M.Pd., Kepala BPH ITSBM Selayar, H. Saiful Arif, S.H., serta Wakil Rektor ITSBM Selayar, Dr. Muhammad Ihsan Maro.
Hadir pula jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), para kepala departemen, dosen dan sivitas akademika, orang tua wisudawan, serta sejumlah undangan dan mitra ITSBM Selayar.
Rektor ITSBM Selayar Prof. Dr. Drs. Akbar Silo, M.S., mengatakan lahirnya 73 lulusan merupakan pencapaian penting karena memenuhi target yang diberikan kepadanya saat mulai memimpin kampus tersebut.
Ia mengingat, dirinya mendapat arahan agar dalam empat tahun ITSBM sudah mampu menghasilkan lulusan. Target itu akhirnya terwujud melalui wisuda perdana yang digelar pada 22 Agustus 2026.
“Sejak 22 Februari 2022 sampai hari ini sudah empat tahun enam bulan. Aktivitas akademik dimulai September 2022, sehingga hari ini genap empat tahun perjalanan akademik ITSBM,” kata Akbar Silo dalam sambutannya.
Menurut dia, perjalanan ITSBM pada masa awal tidak mudah. Kampus tersebut memanfaatkan fasilitas yang disediakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Selayar serta mendapat dukungan dari berbagai unsur pendidikan Muhammadiyah.
Dari kondisi tersebut, ITSBM secara bertahap berkembang dan kini tercatat memiliki 574 mahasiswa dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
Jumlah mahasiswa itu masih berpotensi bertambah. Pada penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027, jumlah pendaftar telah mencapai 104 orang dan diperkirakan dapat meningkat hingga sekitar 170 orang.
Pengembangan ITSBM juga mulai diarahkan ke wilayah kepulauan. Kampus tersebut tengah merintis pembukaan kampus kedua di Jampea dengan calon mahasiswa yang diperkirakan mencapai 30-40 orang.
Selain itu, kerja sama dengan Balai Taman Nasional Takabonerate diharapkan turut membuka peluang bertambahnya mahasiswa baru.
Dengan berbagai pengembangan tersebut, Akbar memperkirakan jumlah mahasiswa ITSBM pada tahun akademik 2026/2027 dapat mencapai sekitar 750 orang.
Dorong Satu Desa Satu Sarjana
Akbar Silo mengatakan pengembangan ITSBM tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah mahasiswa, tetapi juga memperluas akses pendidikan tinggi hingga tingkat desa.
Salah satu gagasan yang didorong adalah program satu desa satu sarjana. Program tersebut diharapkan dapat memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) untuk mendukung pembiayaan pendidikan, khususnya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang dapat memperkuat tata kelola pemerintahan desa.
Di sisi kelembagaan, ITSBM masih membutuhkan sejumlah fasilitas pendukung, antara lain Gedung Rektorat, asrama mahasiswa, laboratorium, perpustakaan, dan klinik kesehatan syariah.
Akbar Silo mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar sejak awal berdirinya ITSBM, termasuk fasilitasi gedung perkuliahan serta perintisan akses jalan menuju kampus.
Penguatan ekosistem akademik juga terus dilakukan. ITSBM kini memiliki koperasi konsumen, lima pusat studi, jurnal ilmiah LOPI yang telah memiliki ISSN daring, serta ITSBM Press yang direncanakan untuk didorong menjadi anggota IKAPI.
Namun, pengembangan tersebut masih menghadapi tantangan, terutama dari sisi sumber daya manusia dan pembiayaan. Akbar mengatakan jumlah dosen yang tersedia belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan pengembangan program studi, sementara penambahan tenaga dosen juga terkendala anggaran.
Meski demikian, ITSBM telah memiliki dosen bergelar doktor serta dosen yang sedang menempuh pendidikan doktor dan magister. Para dosen juga telah menghasilkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang bersifat kompetitif dengan pembiayaan dari kementerian dalam dua tahun terakhir.
Akbar Silo berharap potensi tersebut dapat semakin dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan Kabupaten Kepulauan Selayar.
Muhammadiyah Apresiasi Wisuda Perdana
Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr. Budhi Akbar, M.Si., turut memberikan apresiasi atas pencapaian ITSBM Selayar.
Ia mengatakan wisuda perdana menjadi bukti bahwa ITSBM telah menghasilkan lulusan setelah melalui perjalanan empat tahun.
“Saya atas nama Majelis Dikti Dikbang PP Muhammadiyah mengucap selamat bagi Rektor dan jajarannya yang hari ini menghasilkan produk dari ITSBM Selayar,” ujarnya.
Ia berharap capaian tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan, baik dari sisi jumlah mahasiswa maupun kualitas pendidikan.
Menurut Budhi, peningkatan kualitas menjadi penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi ITSBM dalam menyiapkan kader-kader Muhammadiyah.
Apresiasi juga disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan Dr. Pantja Nur Wahidin, S.Pd., M.Pd. Ia menyebut wisuda perdana ITSBM sebagai momentum bersejarah bagi Kabupaten Kepulauan Selayar.
“Ini momentum bersejarah bagi Kabupaten Kepulauan Selayar, kampus yang lahir dari pikiran-pikiran brilian orang-orang dan warga Selayar, khususnya warga Muhammadiyah,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kepulauan Selayar Drs. H. Muhtar, M.M., menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati.
Ia menilai keberhasilan meraih gelar sarjana merupakan buah dari kerja keras dan ketekunan mahasiswa yang juga tidak terlepas dari dukungan orang tua, keluarga, dan para pendidik.
Muhtar juga mengapresiasi Rektor beserta seluruh sivitas akademika ITSBM Selayar yang dinilai telah memberikan kontribusi dalam memajukan pendidikan tinggi di Kepulauan Selayar.
Bagi ITSBM, wisuda perdana ini bukan sekadar seremoni kelulusan. Sebanyak 73 alumni kini menjadi wajah pertama kampus di tengah masyarakat. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa lulusan ITSBM mampu menjawab kebutuhan dunia kerja sekaligus memberi kontribusi nyata bagi pembangunan Kepulauan Selayar. (Kontributor/Editor: Hardyin/Asywid)






















