KHITTAH.CO, SURABAYA — Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan meraih Tarjih Award 2026 dari MTT Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Penghargaan tersebut diberikan atas konsistensi MTT PWM Sulsel menyelenggarakan Pelatihan Kader Tarjih (PKT) terbanyak dalam satu periode. Capaian ini menjadi pengakuan atas upaya memperluas perkaderan tarjih hingga ke tingkat daerah sekaligus memperkuat tradisi keilmuan Muhammadiyah.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) XXXIII Tarjih Muhammadiyah yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Jawa Timur, pada 5–7 November 2026.
MTT PWM Sulsel menerima penghargaan kategori MTT PWM sebagai Penyelenggara Pelatihan Kader Tarjih Terbanyak dalam Satu Periode. Penghargaan itu tertuang dalam Piagam Tarjih Award Nomor 13/KET/I.1/B/2026 tertanggal 6 November 2026.
Piagam tersebut ditandatangani Ketua MTT PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Ustadi Hamsah, M.Ag., dan Sekretaris MTT PP Muhammadiyah, M. Rofiq Muzakkir, Lc., M.A., Ph.D.
Empat MTT PWM Raih Tarjih Award 2026
Dalam penyelenggaraan Tarjih Award 2026, MTT PP Muhammadiyah memberikan penghargaan kepada empat majelis tarjih tingkat wilayah berdasarkan capaian program dan kontribusi kelembagaan.
MTT PWM Jawa Timur memperoleh penghargaan kategori Program Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) Terbaik. MTT PWM Jawa Tengah menerima penghargaan sebagai penyelenggara Musyawarah Wilayah (Musywil) terbanyak.
Adapun MTT PWM Jawa Barat meraih penghargaan kategori Sosialisasi Tarjih Terbanyak, sedangkan MTT PWM Sulawesi Selatan memperoleh penghargaan atas penyelenggaraan Pelatihan Kader Tarjih terbanyak dalam satu periode.
Capaian MTT PWM Sulsel tidak terlepas dari konsistensi penyelenggaraan pelatihan kader secara berkelanjutan. Pada 8–9 November 2024, MTT PWM Sulsel menggelar PKT di Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan.
Program tersebut berlanjut melalui Pelatihan Kader Tarjih tingkat nasional pada Mei 2025 di Universitas Muhammadiyah Makassar.
Pada 2026, jangkauan perkaderan diperluas melalui PKT tingkat daerah. Kegiatan pertama berlangsung pada 25–26 Juli 2026 di Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN), kemudian dilanjutkan pada 19–20 September 2026 di Pusat Dakwah Muhammadiyah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kepulauan Selayar.
Rangkaian kegiatan tersebut direncanakan berlanjut melalui pelaksanaan PKT pada 21–22 November 2026.
Prof. Zulfahmi: Munas Tarjih Sarat Pesan Moral
Ketua MTT PWM Sulawesi Selatan, Prof. KH. Zulfahmi Alwi, M.Ag., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Munas Tarjih XXXIII Muhammadiyah. Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan rumusan penting bagi persyarikatan, tetapi juga membawa pesan moral untuk memperkuat dan memasyarakatkan Manhaj Tarjih di kalangan kader.
“Selamat dan sukses kepada MTT PP Muhammadiyah atas kelancaran dan mutu yang dihadirkan dalam Munas XXXIII Tarjih di Surabaya. Rangkaian kegiatan ini sarat akan pesan moral untuk terus memperkuat dan memasyarakatkan Manhaj Tarjih di lingkungan kader,” ujar Zulfahmi.
Ia juga menyoroti sejumlah rumusan penting yang dihasilkan dalam musyawarah nasional tersebut. Menurutnya, hasil Munas diharapkan menjadi acuan bagi persyarikatan dalam mengembangkan gerakan tarjih dan menjawab berbagai persoalan keumatan.
Salah satu agenda yang mendapat perhatian Zulfahmi adalah napak tilas perjuangan K.H. Mas Mansur. Agenda tersebut dinilainya penting karena mengajak kader Muhammadiyah mengenang dan meneladani perjalanan tokoh yang memiliki kontribusi besar bagi persyarikatan dan bangsa.
“Munas XIII ini berhasil melahirkan rumusan krusial yang siap menjadi acuan utama persyarikatan. Agenda menarik yang mencuri perhatian adalah napak tilas perjuangan K.H. Mas Mansur. Melalui agenda ini, kader diajak meneladani kembali sosok beliau yang tidak hanya dikenal sebagai intelektual, aktivis, dan tokoh tarjih berpengaruh, tetapi juga sebagai pejuang kemerdekaan RI. Mari kita kawal hasil munas demi kemajuan umat dan bangsa,” lanjutnya.
Bagi Zulfahmi, keteladanan K.H. Mas Mansur menunjukkan bahwa tradisi intelektual dan keagamaan Muhammadiyah tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab kebangsaan.
Targetkan PKT di Seluruh Daerah pada 2027
Sejalan dengan capaian Tarjih Award 2026, MTT PWM Sulsel menargetkan penyelenggaraan Pelatihan Kader Tarjih di seluruh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Sulawesi Selatan pada 2027.
Program ini diarahkan untuk memperluas akses kader terhadap pembelajaran Manhaj Tarjih, metodologi istinbat hukum, serta pemahaman terhadap putusan dan fatwa Muhammadiyah.
Melalui pemerataan pelatihan, MTT PWM Sulsel juga berupaya memperkuat kelembagaan Majelis Tarjih di tingkat daerah, mendorong regenerasi ulama tarjih, dan meningkatkan kemampuan kader dalam merespons persoalan keagamaan kontemporer.
Penghargaan Tarjih Award 2026 menjadi momentum bagi MTT PWM Sulsel untuk meningkatkan kualitas perkaderan, memperluas jangkauan pembinaan, serta memastikan keberlanjutan tradisi keilmuan Muhammadiyah.






















