Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Musykerda I, Nasyiatul Aisyiyah Makassar Perkuat Konsolidasi dan Perluas Peran Gerakan

×

Musykerda I, Nasyiatul Aisyiyah Makassar Perkuat Konsolidasi dan Perluas Peran Gerakan

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kota Makassar memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mendorong perlindungan perempuan dari kekerasan seksual dan kemandirian ekonomi kader. Dua persoalan tersebut menjadi perhatian utama dalam Musyawarah Kerja Daerah (Musykerda) I yang digelar di Aula RS Khadijah 1 Makassar, Sabtu, 7 November 2026.

Mengusung tema “Konsolidasi Gerakan untuk Nasyiah yang Mencerahkan”, Musykerda ini menjadi momentum evaluasi program sekaligus memantapkan arah gerakan untuk setengah periode kepemimpinan berikutnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) se-Kota Makassar. Musykerda dibuka oleh Ketua Departemen Organisasi Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Sulawesi Selatan, Ayunda Nurkhaerah. Kegiatan ini juga mendapat amanah dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar, Dr. Darwis Muhdina, M.Ag.

Ketua PDNA Kota Makassar, Nur Iffah Salmi Akbar, mengatakan Musykerda bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang untuk mengevaluasi perjalanan gerakan dan memastikan program yang dijalankan tetap relevan dengan kebutuhan kader.

“Musykerda menjadi momentum bagi kita untuk melihat kembali capaian organisasi, mengevaluasi program yang telah berjalan, sekaligus memastikan arah gerakan Nasyiatul Aisyiyah semakin relevan dengan kebutuhan kader dan persoalan perempuan di masyarakat,” ujarnya.

Menurut Nur Iffah, konsolidasi organisasi perlu terus diperkuat agar setiap tingkatan pimpinan memiliki kesamaan arah dan komitmen dalam menjalankan program. Dengan begitu, keberadaan Nasyiatul Aisyiyah dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Ayunda Nurkhaerah menekankan pentingnya konsolidasi sebagai bagian dari upaya memperkuat gerakan organisasi. Sinergi antara pimpinan daerah dan cabang menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan program serta memperluas kontribusi Nasyiatul Aisyiyah.

“Penguatan organisasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas gerakan. Konsolidasi bukan hanya menyatukan barisan, tetapi juga memastikan setiap program memiliki arah dan memberikan manfaat nyata,” pesannya.

Sementara itu, Dr. Darwis Muhdina, M.Ag., dalam amanahnya mengingatkan pentingnya peran Nasyiatul Aisyiyah sebagai bagian dari gerakan perempuan muda Muhammadiyah. Organisasi diharapkan terus mengembangkan kapasitas kader dan mengambil bagian dalam menjawab berbagai persoalan sosial di masyarakat.

“Nasyiatul Aisyiyah harus terus menjadi gerakan perempuan muda yang berkemajuan, memiliki kepedulian sosial, dan mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Musykerda I juga membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penyampaian laporan perkembangan program (progress report) PDNA dan PCNA hingga sidang komisi. Pembahasan dalam sidang tersebut mencakup evaluasi program, penguatan arah gerakan, persiapan Musyawarah Daerah, serta penyusunan rekomendasi untuk dibawa ke Musyawarah Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Sulawesi Selatan.

Dua isu penting menjadi perhatian dalam penyusunan rekomendasi. Pertama, meningkatnya persoalan kekerasan seksual terhadap perempuan, baik di ruang fisik maupun digital. Kedua, pentingnya mendorong kemandirian ekonomi kader Nasyiatul Aisyiyah.

Kedua isu tersebut menegaskan bahwa gerakan Nasyiatul Aisyiyah tidak cukup hanya berfokus pada penguatan internal organisasi. Lebih dari itu, organisasi perlu hadir sebagai bagian dari upaya perlindungan perempuan, penguatan kapasitas kader, dan pemberdayaan ekonomi.

Melalui Musykerda I, PDNA Kota Makassar berharap seluruh hasil evaluasi dan rekomendasi dapat ditindaklanjuti menjadi program kerja yang konkret dan berkelanjutan. Dengan konsolidasi yang semakin kuat, Nasyiatul Aisyiyah diharapkan tumbuh sebagai gerakan perempuan muda yang berkemajuan, responsif terhadap persoalan sosial, dan semakin luas kebermanfaatannya.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner UIAD

Leave a Reply