
KHITTAH.CO, MAKASSAR — Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Ir. Muhammad Syafaat S. Kuba, S.T., M.T., IPM., ikut dalam rombongan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) melakukan kunjungan pembelajaran teknologi ke China.
Kunjungan selama empat hari tersebut melibatkan sejumlah pimpinan perguruan tinggi dan dekan fakultas teknik di Makassar. Mereka akan melihat secara langsung perkembangan teknologi China, sekaligus mempelajari penerapannya dalam dunia industri.
Syafaat menyambut positif kesempatan tersebut. Menurut dia, kunjungan ke China menjadi ruang penting bagi perguruan tinggi untuk melihat lebih dekat hubungan antara perkembangan teknologi, pendidikan tinggi, dan kebutuhan industri.
“Ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi kami di Fakultas Teknik Unismuh untuk melihat secara langsung bagaimana perkembangan teknologi dibangun dan diterapkan dalam industri. Pengalaman ini tentu akan menjadi bahan pembelajaran untuk pengembangan pendidikan, riset, dan inovasi di Fakultas Teknik Unismuh,” ujar Syafaat, saat dikonfirmasi, Ahad, 20 September 2026
Ia menilai perubahan teknologi yang sangat cepat menuntut perguruan tinggi terus memperbarui pendekatan pembelajaran. Pendidikan teknik, menurut dia, tidak cukup hanya memberikan dasar teori, tetapi juga harus mempertemukan mahasiswa dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan nyata dunia kerja.
“Kampus harus terus mengikuti perkembangan teknologi. Apa yang kami lihat dan pelajari nantinya tentu tidak serta-merta kita salin, tetapi kita lihat apa yang relevan dan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan mahasiswa, industri, serta konteks Indonesia,” katanya.
JK mengatakan, kunjungan tersebut memang dirancang sebagai ruang belajar dan pembanding bagi perguruan tinggi Indonesia, khususnya untuk melihat perkembangan teknologi informasi dan keterhubungannya dengan industri.
“Semua dekan-dekan fakultas teknik di Makassar, dengan juga perguruan tinggi, saya undang untuk mengunjungi China, melihat teknologi China sampai sejauh mana,” kata JK di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Ahad, 20 September 2026.
Salah satu agenda rombongan adalah mengunjungi Huawei. Di perusahaan teknologi tersebut, para pimpinan perguruan tinggi akan melihat perkembangan teknologi sekaligus membandingkan kemampuan dan penerapannya dengan kondisi di Indonesia.
Menurut JK, pembelajaran semacam itu penting agar perguruan tinggi tidak hanya mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dari ruang kelas, tetapi juga memahami bagaimana teknologi dikembangkan dan digunakan untuk mendukung kemajuan industri.
“Di Huawei, agar kita mengetahui perbandingannya, apa yang kita laksanakan dan apa yang negara lain, apa itu kemampuan teknologinya, supaya menjadi bahan pembelajaran kita dalam perbandingan,” ujarnya.
Bagi FT Unismuh, Syafaat berharap kunjungan tersebut juga dapat membuka perspektif baru dalam pengembangan kurikulum, penelitian, inovasi mahasiswa, serta kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri.
“Yang paling penting setelah kunjungan ini adalah bagaimana pengalaman yang diperoleh bisa diterjemahkan menjadi langkah konkret di kampus. Kita ingin mahasiswa Fakultas Teknik Unismuh semakin dekat dengan perkembangan teknologi mutakhir sekaligus memiliki kemampuan menjawab persoalan masyarakat,” ujar Syafaat.
JK menekankan bahwa penguasaan teknologi memiliki posisi penting dalam menentukan kemajuan sebuah bangsa. Karena itu, perguruan tinggi diharapkan dapat mengambil pelajaran dari perkembangan China dan menerjemahkannya sesuai dengan kebutuhan Indonesia.
“Teknologi itu menjadi bagian daripada kemajuan bangsa ini. Karena itu China sangat maju teknologi, kita lihat kemajuannya, bagaimana mereka mencapai itu, dan bagaimana cara juga kita dapat maju,” kata JK.
FT Unismuh Kelola Lima Program Studi
Fakultas Teknik Unismuh Makassar saat ini mengelola lima program studi jenjang sarjana, yakni Arsitektur, Informatika, Perencanaan Wilayah dan Kota, Teknik Elektro, serta Teknik Pengairan.
Fakultas Teknik merupakan salah satu fakultas yang telah lama berkembang di Unismuh Makassar. Cikal bakalnya ditandai dengan beroperasinya Program Studi Teknik Pengairan pada akhir dekade 1980-an. Dalam perkembangannya, bidang keilmuan yang dikelola terus diperluas mengikuti kebutuhan pembangunan, transformasi digital, tata ruang, energi, arsitektur, dan infrastruktur.
Keikutsertaan Dekan FT Unismuh dalam rombongan tersebut sekaligus memperkuat upaya fakultas membangun pendidikan teknik yang semakin terbuka terhadap perkembangan global. Pengalaman melihat ekosistem teknologi China diharapkan dapat memperkaya pengembangan pembelajaran, penelitian, inovasi, dan kemitraan industri di lingkungan Unismuh Makassar.
Selain Syafaat, rombongan JK antara lain diikuti Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Internasionalisasi, dan Kealumnian Unhas Prof. Suharman Hamzah; Dekan Fakultas Teknik Unhas Prof. Muhammad Isran Ramli; Dekan Fakultas Teknik UNM Prof. Jamaluddin; Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar Fahmyddin A’raaf Tauhid; Dekan Fakultas Teknik UMI Prof. St. Maryam H.; Wakil Rektor I UIM Prof. Ahmad Hanafie; Dekan Fakultas Teknik Universitas Bosowa Dr. Muh. Awaluddin Hamdy; serta Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Kalla Syamril.






















