KHITTAH.CO, MAKASSAR — Lima mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menuntaskan pendidikan sarjana melalui jalur publikasi ilmiah. Karya mereka masuk jurnal nasional terakreditasi Sinta 2 hingga jurnal terindeks Scopus Q3.
Kelima mahasiswa itu mengikuti diseminasi tugas akhir di Lab Jaringan Fakultas Teknik Unismuh Makassar, Rabu, 19 Agustus 2026. Mereka yakni Mar’atul Azizah, Ahmad Fathir, Hamdani, Wa Nanda Sulystrian, dan Azzah Aulia Syarif.
Ketua Program Studi Informatika Unismuh Makassar, Rizki Yusliana Bakti, mengatakan kelima mahasiswa tersebut menyelesaikan tugas akhir melalui jalur publikasi dengan tema penelitian yang beragam, mulai dari kesehatan, pertanian, bahasa isyarat, hingga stunting.
“Kelima mahasiswa ini mengikuti diseminasi pada hari yang sama dan menyelesaikan studi melalui jalur publikasi. Ini menunjukkan bahwa tugas akhir mahasiswa Informatika dapat diarahkan menjadi karya ilmiah yang tidak hanya selesai di ruang ujian, tetapi juga masuk ke ruang publikasi,” ujar Rizki.
Mar’atul Azizah mengangkat penelitian berjudul “Detection of Pulmonary Tuberculosis in Chest X-Ray Images Using CNN-VGG19: Evidence from a Local Indonesian Clinical Dataset.”
Ia dibimbing Emil Agusalim Habi Talib dan Muhammad Faisal. Susunan pembimbing tersebut tercantum dalam surat penugasan ujian akhir Fakultas Teknik Unismuh Makassar.
Penelitian Mar’atul menggunakan 434 citra chest X-ray dari Rumah Sakit Haji Makassar, terdiri atas 160 citra tuberkulosis, 160 pleural effusion, dan 114 citra normal.
Model CNN-VGG19 yang digunakan menghasilkan akurasi 88,07 persen dan macro F1-score 0,8800. Dalam konfigurasi eksperimen yang sama, model tersebut mencatat akurasi lebih tinggi dibandingkan ResNet50 dan InceptionV3.
Artikel Mar’atul diterbitkan di Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi), yang terindeks Scopus Q3.
Sementara itu, Ahmad Fathir meneliti pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mendeteksi penyakit daun padi melalui penelitian berjudul “ESRGAN-Enhanced YOLOv12 for Rice Leaf Disease Detection with Dataset Partitioning Analysis.”
Ahmad dibimbing Ida dan Fahrim Irhamna Rachman. Artikel Ahmad bersama Ida Mulyadi dan Fahrim Irhamna telah terbit di Journal of Information Systems and Informatics, Volume 8 Nomor 3, Juni 2026. Jurnal tersebut berstatus Sinta 2.
Penelitian menggunakan 6.204 citra daun padi yang dikumpulkan dari lahan pertanian di Desa Pujananting, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Lima kelas yang diteliti yakni daun sehat, brown spot, bacterial leaf blight, leaf blast, dan hispa.
Penggunaan ESRGAN untuk meningkatkan kualitas citra sebelum proses deteksi dengan YOLOv12 menaikkan mAP@0.5 dari 0,949 menjadi 0,955. Peningkatan paling besar terlihat pada kelas Leaf Blast dan Hispa.
Hamdani memilih tema prediksi diabetes. Ia membandingkan Genetic Algorithm dan Particle Swarm Optimization dalam mengoptimalkan Deep Neural Network.
Hamdani dibimbing Desi Anggreani dan Rizki Yusliana Bakti. Artikel berjudul “Comparative Hyperparameter Optimization of Deep Neural Networks Using Genetic Algorithm and Particle Swarm Optimization for Diabetes Prediction” telah dipublikasikan di Jurnal Teknik Informatika (JUTIF) yang berstatus Sinta 2.
Penelitian menggunakan 1.493 rekam pasien dari RSUD Kolonodale, Morowali Utara. Model DNN yang dioptimalkan dengan Genetic Algorithm menghasilkan akurasi 95,76 persen dengan F1-score 0,96, lebih tinggi dibandingkan model yang menggunakan PSO dengan akurasi 94,64 persen.
Wa Nanda Sulystrian mengarahkan penelitiannya pada teknologi yang mendukung komunikasi inklusif. Ia mengangkat penelitian “Analisis Kontribusi Deteksi Tangan dan Ekstraksi Landmark untuk Pengenalan Alfabet BISINDO.”
Wa Nanda dibimbing Muhammad Faisal dan Fahrim Irhamna Rachman. Artikel Wa Nanda telah diterbitkan di Buletin Sistem Informasi dan Teknologi Islam (BUSITI) Volume 7 Nomor 3 Tahun 2026. BUSITI berstatus Sinta 2.
Penelitian tersebut menggunakan 1.066 citra gestur alfabet Bahasa Isyarat Indonesia dari 26 kelas A-Z. Sistem menggabungkan YOLOv8, MediaPipe Hands, Multi-Layer Perceptron, dan normalisasi landmark.
Skenario terbaik menghasilkan akurasi 91,5 persen. Kombinasi deteksi tangan dan normalisasi landmark meningkatkan akurasi sekitar 14,8 persen dibandingkan pendekatan dasar.
Adapun Azzah Aulia Syarif mengangkat penelitian “Integrasi Principal Component Analysis dan DBSCAN untuk Klasterisasi Tingkat Keparahan Stunting pada Balita.”
Azzah dibimbing Muhammad Faisal dan Rizki Yusliana Bakti.
Artikel penelitiannya telah melewati proses peer review anonim dan dinyatakan diterima di Buletin Sistem Informasi dan Teknologi Islam (BUSITI) Volume 7 Nomor 4 Tahun 2026. BUSITI merupakan jurnal Sinta 2. Berdasarkan Letter of Acceptance tertanggal 31 Juli 2026, status artikel Azzah adalah Accepted-Awaiting Publication.
Rizki mengatakan jalur publikasi menjadi bagian dari upaya membangun kultur akademik mahasiswa sejak jenjang sarjana. Mahasiswa tidak hanya dituntut menghasilkan penelitian, tetapi juga belajar menyusun artikel, merespons penelaahan, dan memenuhi standar publikasi ilmiah.
“Kami ingin mahasiswa melihat skripsi bukan hanya sebagai syarat untuk memperoleh gelar. Penelitian yang mereka lakukan harus didorong menjadi pengetahuan yang bisa dibaca, diuji, dan dikembangkan oleh orang lain,” kata Rizki.
Menurut dia, keragaman tema lima penelitian tersebut juga memperlihatkan bahwa bidang Informatika memiliki ruang penerapan yang luas. Teknologi komputasi dapat digunakan untuk membantu memecahkan persoalan kesehatan, pertanian, gizi, maupun komunikasi inklusif.
Secara tematik, lima penelitian itu juga beririsan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Riset stunting dan penyakit tanaman berkaitan dengan SDG 2 tentang tanpa kelaparan, penelitian tuberkulosis dan diabetes mendukung SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan beririsan dengan SDG 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur, sementara pengenalan BISINDO memberi kontribusi pada semangat SDG 10 tentang pengurangan kesenjangan.
Kelulusan lima mahasiswa melalui jalur publikasi pada hari yang sama menjadi penanda tumbuhnya budaya riset di Program Studi Informatika Unismuh. Tugas akhir tidak berhenti di ruang sidang, tetapi bergerak menjadi karya ilmiah yang masuk ke jurnal Sinta 2 hingga jurnal terindeks Scopus Q3.






















