KHITTAH.CO, PINRANG — MTs dan MA Muhammadiyah Punnia Pinrang menggelar workshop pengembangan kurikulum selama dua hari, 19–20 Agustus 2026, di Aula Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan guru dalam menerapkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik sekaligus menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, inspiratif, dan bermakna.
Workshop yang mengusung tema “Mengajar dengan Cinta, Menginspirasi dengan Makna, Menggerakkan dengan Aksi” tersebut diikuti guru dan staf MTs serta MA Muhammadiyah Punnia.
Kegiatan dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pinrang, Muh. Idrus Usman. Dalam sambutannya, ia menekankan posisi guru sebagai garda terdepan dalam membentuk generasi yang cerdas sekaligus berakhlakul karimah.
Kepala MA Muhammadiyah Punnia, Nasmiati, mengatakan pengembangan kurikulum menjadi langkah penting bagi madrasah untuk menjawab perubahan kebutuhan peserta didik dan tantangan pendidikan.
“Melalui workshop ini, kami ingin memastikan bahwa para guru di Madrasah Aliyah memiliki bekal yang kuat dalam merancang strategi pembelajaran yang adaptif. Kurikulum yang baik harus dihidupkan di dalam kelas melalui kreativitas mengajar, sehingga nilai-nilai karakter dan pemahaman materi dapat tersampaikan secara utuh kepada para santri,” kata Nasmiati.
Menurut dia, penerapan kurikulum tidak berhenti pada penyusunan dokumen, tetapi harus terlihat dalam proses pembelajaran yang dialami peserta didik di ruang kelas.
Sementara itu, Kepala MTs Muhammadiyah Punnia, Mukhsin, menekankan pentingnya tindak lanjut setelah workshop. Ia berharap guru tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi mampu menghasilkan perangkat pembelajaran yang dapat langsung digunakan.
“Tema ‘Mengajar dengan Cinta, Menginspirasi dengan Makna, Menggerakkan dengan Aksi’ harus tercermin nyata dalam keseharian di ruang kelas. Kami berharap seluruh guru MTs tidak hanya memahami konsep pengembangan kurikulum secara teoritis, tetapi mampu menghasilkan produk perangkat pembelajaran yang inovatif dan langsung diaplikasikan demi kemajuan santri kita,” ujar Mukhsin.
Pada hari pertama, Rabu (19/8/2026), peserta mengikuti materi “Membuat Media Pembelajaran yang Menarik dan Interaktif” yang disampaikan Riaesty Dian Pertiwi Hashary, S.Pd., M.Pd., guru SMA Negeri 1 Pinrang sekaligus Guru Inovatif Sulawesi Selatan.
Materi tersebut tidak hanya disampaikan dalam bentuk pemaparan. Peserta juga mengikuti praktik mandiri dan melakukan showcase hasil karya media pembelajaran.
Memasuki hari kedua, Kamis (20/8/2026), peserta mendapatkan materi “Implementasi Kokurikuler di Madrasah” yang dibawakan A. Fatimah Kadir, S.Pd., M.Pd., Pengawas MA Kemenag Kabupaten Pinrang.
Materi tersebut membahas strategi pelaksanaan proyek karakter dan integrasi nilai cinta dalam kegiatan kokurikuler di madrasah.
Sesi berikutnya membahas “Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta melalui Pengembangan Modul Pembelajaran yang Inspiratif” yang disampaikan Dr. Muhammad Rusni H, M.Ag., Ketua Pokjawas Kemenag Kabupaten Pinrang.
Rangkaian workshop tidak hanya berisi pemaparan materi dan diskusi. Para guru juga dilibatkan dalam praktik penyusunan draf modul pembelajaran sehingga hasil pelatihan dapat diarahkan untuk mendukung kebutuhan pembelajaran di madrasah.
Melalui kegiatan tersebut, MTs dan MA Muhammadiyah Punnia tidak hanya mendorong guru memahami perubahan dan pengembangan kurikulum, tetapi juga menyiapkan perangkat yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar.
Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun budaya pembelajaran yang lebih adaptif dan inovatif, sekaligus memperkuat pendidikan karakter dan nilai-nilai keislaman dalam proses pendidikan para santri di Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia. (Kontributor/Editor: Ratna/Asywid)






















